2 HARI BERSAMA CAHYA ILAHI
Assalamu'alaikum Warrohmatullahi Wabarokatuh
Kembali lagi bersama insan manusia yang sedang menimba ilmu untuk mencari rahmat ilahi. Perkanalkan namaku Lean Johan Effendi yah biasa dipanggil Lean, Lin Jun, Len Jun, Prof, gendut, kurus dan bahkan papa ataupun papi hingga terasa seolah punya anak yang banyak. Tapi sayangnya hari ini aku tidak ingin berbicara tentang bagaimana aku dipanggil oleh lingkunganku namun, aku akan sedikit meneritakan sedikit pengalaman selama dua hari tentang diriku bersama cahaya Ilahi.
Yaa, dimulai di hari pertama tepatnya pada hari selasa tanggal 6 November 2018...
Pada hari itu kami diajak mengerti tentang pentingnya belajar dan mengajarkan Al-Qur'an, karena sejatinya tak cukup tuk hanya menjadi seorang manusia yang baik, namun jadilah manusia yang terbaik. Problematika yang sering terjadi sekarang yakni adanya stigma demi stigma yang berasumsi bahwa Al-Qur'an itu sulit untuk dipelajari. Hei kawan, bukankah Allah sendiri yang telah menjamin tentang kemudahan dalam mempelajari Al-Qur'an:
1) “Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu (Muhammad) agar engkau menjadi susah “(QS. Taha : 2)
2) “Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran[30], maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? ” (QS. Al Qamar: 17)
Jika Allah saja menjamin kemudahan bagi siapa saja yang ingin mempelajari Al-Qur'an, lalu mengapa masih ada keraguan di hati dan bahkan takut untuk mempelajari Al-Qur'an? apa karena alasan seperti "ah udah telat aku belajar", "Aku kan bukan dari pesantren", "Keluargaku kan bukan keluarga yang peduli tentang agama"..... STOP!!! cukup dengan kata-kata pesimis seperti itu... Hei tahukah kamu, seorang Abu Hurairoh yang sangat terkenal akan riwayat hadistnya beliau masuk dan mengenal Islam dari nol pada umur 50 tahun. Tapi berkat kemauan yang kuat, beliau berhasil mempelajari Islam dengan baik bahkan melebihi teman-temannya yang lebih dahulu memeluk agama Islam.Dengan ini Al-Qur'an itu mudah bagi siapa pun yang mau untuk belajar, bukan yang tahu.
Lalu di hari ini kami juga diajari untuk melagukan bacaan Al-Qur'an. melagukan? iyaa melagukan Al-Qur'an. Bahkan dalam keutamaannya rosul pernah berkata:
1) "Hiasilah bacaan Al-Qur'an dengan lagu"
2) "Bukan umatku orang yang membaca Al-Qur'an tanpa lagu"
Hingga sepenting itu untuk melakukan Al-Qur'an bahkan rosulullah sampai berkata seperti itu. Akan tetapi, setelah diteliti lebih lanjut apa sih tujuan atau fungsi melagukan Al-Qur'an itu sendiri? ternyata ada 5 manfaat yang bisa didapat:
1) Memudahkan penguasaan materi
2) Membuat senang, semangat
3) Mendapat Sunnah Nabi SAW
4) Optimalisasi otak (Kanan-Kiri)
5) Membuat daya ingat makin kuat
Dengan begini, kita menjadi tahu ternyata ada manfaat dibalik perintah Rosulullah untuk melagukan Al-Qur'an.
Beranjaklah kami di hari yang kedua, tepatnya pada hari selasa tanggal 12 November 2018. pada hari ini saya diajak tuk mengerti tentang apa sih pentingnya menterjemahkan Al-Qur'an, bukan lagi per ayat tapi perkata. Sesuatu yang cukup berat bagi saya yang mengingat saya bukanlah lulusan pondok pesantren serta bersekolah di sekolah umum. Tentu momok tersendiri ketika mendengar bahasa Arab, apalagi Al-Qur'an kan dasarnya memang bahasa Arab meski ada perbedaan pemaknaannya namun masih ada unsur bahasa Arab di dalamnya.
Lalu dalam bernakku mulai muncul pertanyaan, mengapa harus mempelajari terjemahan Al-Qur'an sementara banyak sekali yang menjual Al-Qur'an terjemahan?.... Namun, sebelum pertanyaan itu kuajukan, aku mulai terhanyut dalam materi dan seraya berfikir. Ternyata memahami bacaan Al-Qur'an itu seperti membaca sebuah novel romantis. Kata romantis ini akan tercipta ketika kita memahami isi dan kandungan dari novel tersebut dan begitupun Al-Qur'an yang bahkan jika kita dapat memahami lebh dalam tentang isi dan kandungan di dalam Al-Qur'an maka kita bisa hanyut tenggelam dalam keindahan bahasanya.Bahkan dalam sebuah kisah, seorang musuh terbesar Islam yakni Umar bin Khattab yang kala itu ingin membunuh Rasulullah karena murka mendengar adiknya telah masuk Islam. Datanglah Umar ke rumah adiknya, hingga sampailah di depan rumahnya namun, seketika langkah kaki Umar terhenti, jantungnya tiba-tiba bergetar dan terasa air mata mulai menetes karena mendengar lantunan ayat-ayat Suci Al-Qur'an yang dibaca oleh adiknya. suatu keajaiban dari Al-Qur'an yang dapat melunakkan hati Umar yang keras itu, dan ini semua dapat terjadi karena Umar memahami arti dari bacaan Al-Qur'an tadi.
Akhirya saya lebih memahami setelah mempelajari mata kuliah Studi Islam terutama saat 2 hari yang sangat berkesan bagi saya. 2 Hari bersama cahaya ilahi seraya pantas tuk disandang. Islam adalah agama yang bukan hanya sekedar memerintahkan hambanya tuk beribadah tuk menyembah tuhan semata, namun Islam juga memberikan solusi di setiap permasalahan yang dihadapi oleh hambanya, kecintaan akan Islam pun semakin meningkat, terutama rasa kagumku kepada AL-Qur'an... Al-Qur'an sejatinya adalah suara, suara yang berasal dari Allah. Islam juga merupakan agama yang menciptakan ketenangan, hal ini telah dibuktikan dengan adanya sholat. Sholat mungkin bisa menjadi ketenangan bagi beberapa orang, namun terkadang masih ada yang belum mencapai ketengangan itu. Hingga Prof Ali mengajarkan bahwa sholat itu juga bisa menjadikan jiwa manusia menjadi bahagia, seperti penjelasan pada website beliau di
Wahai kawanku, Islam itu indah dengan segala bentuk kasih sayang di setiap ajarannya. Islam bagai sebuah siraman kesejukan bagi kuncup bunga yang membutuhkan air dan cahaya mentari tuk dapat mekar dengan indahnya, maka Islamlah sebagai penyempurnanya. Terima kasih sudah sudi membaca tulisan saya yang masih penuh dengan kekurangan ini maupun yang hanya sekedar berkunjung saja. Mungkin bisa beri komentar tuk lebih baik kedepannya.
Wassalamu'alikum Warrohmatullahi Wabarokatuh



Komentar
Posting Komentar